Persaingan yang keras dan ketat dalam perdagangan di era globalisasi menyebabkan sumberdaya manusia menjadi pilar utama suksesnya pengembangan Agribisnis dan Agroindustri di suatu Negara. Sumberdaya Manusia yang berkualitas, tangguh, kreatif, dinamis serta berjiwa wirausaha (entrepreneurship) tinggi merupakan faktor penting untuk memenangkan persaingan global. Petani sebagai pelaku utama, yang sebagian besar berpendidikan rendah (tidak tamat sekolah dasar) keterlibatannya dalam Agribisnis dan Agroindustri dihadapkan pada tingkat penguasaan teknologi, pasar dan dana yang masih rendah. Dampak dari itu semua produk pertanian Indonesia kurang mampu bersaing di pasar internasional bahkan dipasar dalam negeripun sering dibanjiri produk luar negeri, seperti gula, beras, dan buah-buahan
Memacu Kinerja Widyaiswara dan Penyuluh Pertanian dlm Mendukung P2BN
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya
Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Dr. Ir. Ato Suprapto, MS
menyatakan bahwa keberadaan penyuluh pertanian sebagai pendamping dan pengawal dalam
program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) dinilai menjadi salah satu
factor penunjang keberhasilan dalam rangka mencapai surplus beras 10 juta ton
pada tahun 2014. Sebagai contoh adalah keberhasilan salah seorang penyuluh
pertanian di Kabupaten Subang Prov. Jawa Barat yang karena ketekunannya sebagai
pendamping dalam kegiatan SL-PTT padi di wilayahnya berhasil mendorong
peningkatan produksi padi hingga mencapai angka di atas 10 ton/Ha gabah kering panen. Hal itu dikemukakan
pada saat melakukan kunjungan kerja dan pertemuan koordinasi dengan jajaran
penyuluh pertanian di Prov. Sulawesi Selatan pada 27 Januari 2012.
Pada tanggal 24 Januari 2012, Balai Besar
Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku memulai rangkaian pelatihan yang
diselenggarakan di tahun 2012. BBPP Batangkaluku memulai dengan
menyelenggarakan 5 pelatihan, yaitu Diklat Dasar Fungsional Penyuluh Pertanian
Terampil Angkatan 1 & Angkatan 2, Diklat Teknis Agribisnis Padi Bagi
Penyuluh Pertanian Angkatan 1, Diklat Teknis Agribisnis Padi Bagi Non Aparatur,
serta Diklat Kepemimpinan Bagi P4S.
Pembukaan Pelatihan
Teknis Agribisnis Padi bagi Pemuda Tani dan Pelatihan Kewirausahaan dan Manajemen
Agribisnis bagi Pengelola LM3 berlangsung pada tanggal 26 Nopember 2011.
Pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Balai Besar pelatihan Pertanian
Batangkaluku, didampingi oleh kepala seksi pelatihan aparatur dan ketua panitia
pelatihan.
Pelatihan Manajemen Agribisnis bagi Pengelola LM3 (bagi manager/pengelola) berlangsung dari tanggal 25 Nopember sampai dengan 02 Desember
2011, yang pesertanya berasal dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi
Tengah,Sulawesi Utara, dan Gorontalo.
Pelatihan Teknis Agribisnis Padi bagi Pemuda Tani berlangsung dari tanggal 25 Nopember
sampai dengan 02 Desember 2011, yang pesertanya berasal dari Propinsi Sulawesi
Selatan (Kab. Bantaeng, Barru, Bulukumba,Enrekang, Gowa, Jeneponto, Luwu, Luwu Utara, Maros, dan Bone. Propinsi Sulawesi
Selatan).