Persaingan yang keras dan ketat dalam perdagangan di era globalisasi menyebabkan sumberdaya manusia menjadi pilar utama suksesnya pengembangan Agribisnis dan Agroindustri di suatu Negara. Sumberdaya Manusia yang berkualitas, tangguh, kreatif, dinamis serta berjiwa wirausaha (entrepreneurship) tinggi merupakan faktor penting untuk memenangkan persaingan global. Petani sebagai pelaku utama, yang sebagian besar berpendidikan rendah (tidak tamat sekolah dasar) keterlibatannya dalam Agribisnis dan Agroindustri dihadapkan pada tingkat penguasaan teknologi, pasar dan dana yang masih rendah. Dampak dari itu semua produk pertanian Indonesia kurang mampu bersaing di pasar internasional bahkan dipasar dalam negeripun sering dibanjiri produk luar negeri, seperti gula, beras, dan buah-buahan
Pada hari Selasa, tanggal 17
April 2012 diadakan acara pembukaan diklat pertanian untuk ‘Diklat Diversifikasi
Pangan Bagi Penyuluh Pertanian’, ‘Diklat Teknis Agribisnis Kedelai Bagi
Penyuluh Pertanian Angkatan II’, ‘Diklat Dasar Fungsional Pengawas Organisme
Pengganggu Tanaman (POPT) Ahli’, ‘Diklat Dasar Fungsional Pengawas Benih
Tanaman (PBT) Ahli’ dan ‘Diklat Kewirausahaan Bagi Pemuda Tani / Calon Magang
Jepang’. Acara pembukaan diklat – diklat tersebut diselenggarakan di ruang Aula
Hasanuddin Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku.
Pada hari Rabu tanggal 2 Mei
2012 diselenggarakan acara penutupan diklat untuk 3 (tiga) diklat yang telah
diselenggarakan oleh Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku. Ketiga
diklat tersebut adalah ‘Diklat Agribisnis Tanaman Buah (Durian) Bagi Penyuluh
Pertanian’, ‘Diklat Teknis Agribisnis Kedelai Bagi Penyuluh Pertanian Angkatan
I’, serta ‘Diklat Teknis Agribisnis Kedelai Bagi Non Aparatur’.
Paradigma kaum muda
terutama pelajar siswa-siswi SLTA dan SLTP terhadap pertanian sampai saat ini
masih kurang baik. Mereka masih menganggap bahwa pertanian merupakan suatu yang
kotor, penuh dengan lumpur, cangkul, sabit, rumput, miskin dan keterbelakangan.
Bertitik tolak dari kondisi demikian, maka pengenalan dunia pertanian pada usia
dini menjadi salah satu upaya strategis untuk kelangsungan fungsi utama sektor
pertanian dalam menunjang ketersediaan pangan, stabilitas nasional serta
penghasil devisa negara. Untuk mengubah paradigma tersebut, diselenggarakan diklat
Agri Training Camp (ATC) oleh BPSDMP Kementerian Pertanian.
Pada hari Kamis, tanggal 26
April 2012 diadakan acara pembukaan diklat untuk 5 (lima) diklat pertanian.
Kelima diklat tersebut adalah ‘Diklat Agribisnis Tanaman Buah (Durian) Bagi
Penyuluh Pertanian’, ‘Diklat Teknis Agribisnis Kedelai Bagi Penyuluh Pertanian
Angkatan I’, ‘Diklat Teknis Agribisnis Kedelai Bagi Non Aparatur Angkatan I’
serta ‘Diklat Agri Training Camp (ATC)
Angkatan I’ dan ‘Diklat ATC Angkatan II’. Acara pembukaan diklat diselenggarakan
di ruang Aula Hasanuddin Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku.